Tim Pengendalian Inflasi Daerah Pasaman Barat Gelar Rakor Bersama Mentri Dalam Negri

Senin, 25 Maret 2024 - 15:20 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PASAMAN BARAT, KABARDAERAH.COM- Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Inflasi minggu keempat Maret 2024 bersama Menteri Dalam Negeri RI secara virtual dari Ruangan Balkon Kantor Bupati, Senin (25/3).

Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Komjen Pol Drs. Tomsi Tohir, M.Si., saat membuka rapat menekankan kepada pemerintah daerah untuk melakukan 6 (enam) upaya konkret dalam penanganan inflasi daerah.

“Enam upaya konkret tersebut yakni melaksanakan operasi pasar murah, melaksanakan sidak ke pasar dan distributor agar tidak menahan barang, kerja sama dengan daerah penghasil komoditas untuk kelancaran pasokan, gerakan menanam, merealisasikan BTT, dan dukungan transportasi dari APBD,” jelas Tomsi Tohir.

Hal ini lanjutnya, dikarenakan masih ada sekitar 214 Pemerintah Daerah yang belum sama sekali melakukan upaya konkrit dalam penanganan inflasi.

“Bagi Pemerintah Daerah yang belum sama sekali melakukan upaya, kami menekankan agar semaksimal mungkin melakukan upaya-upaya konkret untuk memudahkan penanganan inflasi di daerah,” tegasnya.

Sementara itu, berdasarkan paparan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Pudji Ismartini menyampaikan bahwa komoditas penyumbang andil terbesar kenaikan IPH untuk 10 Kabupaten/Kota dengan kenaikan IPH tertinggi di Sumatera diantaranya yaitu Cabai Merah, Beras, dan Daging Sapi.

Kemudian jika dilihat secara keseluruhan, harga beras selama tiga minggu di bulan Maret ini, cenderung stabil, namun jika dibandingkan dengan bulan Februari masih lebih tinggi sekitar tiga persen.

Di samping itu, berdasarkan grafik harga bahan pangan di Kabupaten Pasaman Barat mulai tanggal 18 Maret sampai 25 Maret 2024, menunjukkan nilai harga yang cenderung menurun.

Perubahan harga bahan pangan yang terjadi terdapat pada harga Jagung Lokal Pipilan, Cabai Merah Lokal, Daging Ayam Broiler/Ras, Cabai Hijau dan Cabai Rawit Hijau.

Pada tanggal 20 Maret 2024 harga Jagung Lokal Pipilan turun sebesar 5,88%. Pada tanggal 21 Maret 2024 Cabai Merah Lokal juga mengalami penurunan harga sebesar 16,67%. Dan pada tanggal 22 Maret 2024 Daging Ayam Broiler/Ras masih mengalami penurunan mencapai 6,67% dari harga sebelumnya.

Selanjutnya pada tanggal 23 Maret 2024 Cabai Hijau mengalami penurunan harga sebesar 7,69%, disusul Cabai Rawit Hijau yang ikut mengalami penurunan mencapai 9,09% dari harga sebelumnya.(***)

Follow WhatsApp Channel bmr.intainews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Santri Nasional ke-10,Wabup Gowa Menjadi Pembina Upacara Di Pondok Pesntren As Sunnah Panciro
Tingkatkan Layanan RSUD Syekh Yusuf, Bupati Gowa Lakukan Inspeksi Mendadak
Pengurus DWP Gowa 2024-2025 Dikukuhkan 
Dugaan Korupsi Kominfo Sulut, Liputo Minta Polda Serius Usut Kasusnya
Pemkab Bolmut Gelar Sosialisasi Pembentukan Koperasi Merah Putih, Dorong Percepatan Ekonomi Desa
Pemuda Sebagai Pelatuk Perubahan Dalam Mengawal Pembagunan Daerah
Ziarah ke Makam Tokoh Pemekaran, Pemkab Bolmut Tegaskan Rasa Hormat pada Pejuang Daerah
Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo Kunjungi Puskesmas Popayato Barat

Berita Terkait

Rabu, 22 Oktober 2025 - 14:01 WIT

Hari Santri Nasional ke-10,Wabup Gowa Menjadi Pembina Upacara Di Pondok Pesntren As Sunnah Panciro

Jumat, 3 Oktober 2025 - 15:18 WIT

Tingkatkan Layanan RSUD Syekh Yusuf, Bupati Gowa Lakukan Inspeksi Mendadak

Kamis, 3 Juli 2025 - 09:53 WIT

Pengurus DWP Gowa 2024-2025 Dikukuhkan 

Selasa, 20 Mei 2025 - 11:59 WIT

Dugaan Korupsi Kominfo Sulut, Liputo Minta Polda Serius Usut Kasusnya

Senin, 19 Mei 2025 - 17:31 WIT

Pemkab Bolmut Gelar Sosialisasi Pembentukan Koperasi Merah Putih, Dorong Percepatan Ekonomi Desa

Berita Terbaru