Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini oleh Mahasiswa KKN PK di SMP Satap Wonggarasi Tengah

Selasa, 13 Agustus 2024 - 15:38 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bmr.intainews.id– Pernikahan dini masih menjadi isu sosial yang kerap terjadi di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Desa Wonggarasi Tengah. Dalam rangka mengatasi dan mencegah praktik tersebut, sekelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan menggelar sosialisasi di SMP Satu Atap (Satap) Lemito. pada Kamis (8/7/2024) kemarin.

Kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai dampak negatif pernikahan dini dan pentingnya melanjutkan pendidikan.

Pernikahan dini, yang sering terjadi sebelum anak mencapai usia dewasa, dapat membawa dampak buruk pada kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan anak, terutama bagi anak perempuan. Di Desa Wonggarasi Tengah, pernikahan dini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kemiskinan, rendahnya tingkat pendidikan, serta norma budaya dan sosial yang masih kuat.

Melihat pentingnya upaya pencegahan, para mahasiswa KKN dari berbagai profesi kesehatan merasa perlu untuk memberikan edukasi kepada siswa-siswi SMP Satap.

Tujuan utama dari sosialisasi ini adalah untuk memberikan pengetahuan yang mendalam tentang risiko dan dampak pernikahan dini serta memotivasi siswa untuk mengejar pendidikan yang lebih tinggi, mengingat kasus pernikahan dini sering terjadi di usia mereka.

Adapun tujuan dari sosialisasi ini adalah Meningkatkan kesadaran siswa mengenai dampak negatif pernikahan dini terhadap kesehatan fisik dan mental.

Mendorong siswa untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi dan menghindari pernikahan dini.

Memberikan informasi mengenai hak-hak anak dan pentingnya perlindungan terhadap masa depan anak.

Mengedukasi siswa tentang cara menghadapi tekanan sosial dan budaya yang mendorong pernikahan dini.

Sosialisasi ini dilaksanakan di aula sekolah dengan melibatkan siswa-siswi kelas 7 hingga kelas 9.

Kegiatan ini dimulai dengan pemaparan materi oleh karang taruna dan mahasiswa, diikuti dengan sesi tanya jawab serta diskusi interaktif.

Pemaparan Materi Para mahasiswa KKN menjelaskan definisi pernikahan dini dan mengapa hal ini menjadi masalah serius, terutama di kalangan remaja.

Mereka juga memaparkan dampak negatif pernikahan dini, termasuk risiko kesehatan bagi ibu dan anak, terhambatnya pendidikan, serta potensi masalah ekonomi di masa depan.

Sesi Diskusi dan Tanya Jawab

Setelah pemaparan materi, para siswa diajak berdiskusi dan mengajukan pertanyaan terkait topik yang dibahas.

Diskusi ini bertujuan untuk memperluas wawasan siswa tentang pentingnya pendidikan dan bahaya pernikahan dini.

Siswa juga diberi panduan tentang cara berkomunikasi dengan orang tua dan lingkungan mengenai pentingnya menunda pernikahan hingga usia dewasa.

Komitmen dan Deklarasi

Di akhir sesi, para siswa diajak membuat komitmen bersama untuk menghindari pernikahan dini dan fokus pada pendidikan. Dengan menggunakan jargon “ijazah sebelum ijabsah,” para siswa berikrar untuk melanjutkan pendidikan mereka sebelum menikah.

Sosialisasi ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi siswa SMP Satap Lemito. Banyak siswa yang sebelumnya kurang memahami risiko pernikahan dini kini memiliki pengetahuan yang lebih baik dan berkomitmen untuk melanjutkan pendidikan mereka.

Kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran guru dan orang tua akan pentingnya mendukung anak-anak mereka untuk menyelesaikan pendidikan sebelum menikah.

Melalui sosialisasi ini, Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan berhasil menanamkan nilai-nilai penting terkait kesehatan, pendidikan, dan masa depan kepada para siswa di SMP Satap Lemito.

Upaya ini diharapkan dapat membantu menurunkan angka pernikahan dini di desa tersebut dan mendukung terciptanya generasi muda yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya.

Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa dengan kolaborasi antara mahasiswa, sekolah, dan masyarakat, kita dapat bersama-sama mengatasi permasalahan sosial yang ada dan membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Sumber Penulis : Nurlaila Naki dan Astrid Ismail

Follow WhatsApp Channel bmr.intainews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Santri Nasional ke-10,Wabup Gowa Menjadi Pembina Upacara Di Pondok Pesntren As Sunnah Panciro
Tingkatkan Layanan RSUD Syekh Yusuf, Bupati Gowa Lakukan Inspeksi Mendadak
Pengurus DWP Gowa 2024-2025 Dikukuhkan 
Dugaan Korupsi Kominfo Sulut, Liputo Minta Polda Serius Usut Kasusnya
Pemkab Bolmut Gelar Sosialisasi Pembentukan Koperasi Merah Putih, Dorong Percepatan Ekonomi Desa
Pemuda Sebagai Pelatuk Perubahan Dalam Mengawal Pembagunan Daerah
Ziarah ke Makam Tokoh Pemekaran, Pemkab Bolmut Tegaskan Rasa Hormat pada Pejuang Daerah
Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo Kunjungi Puskesmas Popayato Barat

Berita Terkait

Rabu, 22 Oktober 2025 - 14:01 WIT

Hari Santri Nasional ke-10,Wabup Gowa Menjadi Pembina Upacara Di Pondok Pesntren As Sunnah Panciro

Jumat, 3 Oktober 2025 - 15:18 WIT

Tingkatkan Layanan RSUD Syekh Yusuf, Bupati Gowa Lakukan Inspeksi Mendadak

Kamis, 3 Juli 2025 - 09:53 WIT

Pengurus DWP Gowa 2024-2025 Dikukuhkan 

Selasa, 20 Mei 2025 - 11:59 WIT

Dugaan Korupsi Kominfo Sulut, Liputo Minta Polda Serius Usut Kasusnya

Senin, 19 Mei 2025 - 17:31 WIT

Pemkab Bolmut Gelar Sosialisasi Pembentukan Koperasi Merah Putih, Dorong Percepatan Ekonomi Desa

Berita Terbaru