Pemerintah Akan Batasi Penggunaan BBM Subsidi

Jumat, 12 Juli 2024 - 15:12 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, bmr.intainews.id – Demi mewujudkan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran, pemerintah mengeluarkan kebijakan pembatasan BBM subsidi.

Pembatasan BBM Subsidi tersebut ditujukan bagi kenderaan roda 4 dengan kapasitas mesin 1400 cc keatas.

Sedangkan untuk kenderaan roda 2, BBM jenis pertalite kedepan hanya dijual untuk kenderaan di bawah 250 cc.

Kebijakan tersebut rencananya akan diterapkan mulai 17 Agustus 2024.

Hal itu disampaikan oleh Mentri Perekonomian Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan di akun Instagram miliknya pada Rabu (10/7/2024).

Luhut mengatakan, efisiensi penerimaan dan belanja negara dilakukan sehubungan penerimaan pajak tahun 2024 yang diproyeksi tidak mencapai target, sementara belanja negara melebihi rencana.

Penurunan penerimaan utamanya disebabkan oleh merosotnya Pajak Penghasilan (PPh), akibat turunnya harga komoditas.

Luhut menjelaskan, kedepan perusahaan industri sawit akan dibuatkan aplikasi menyerupai Simbara, yang akan mengelola ekosistem industri sawit di dalamnya.

” Kedepan industri sawit akan kita kelola seperti industri batubara. Masih banyak sekali perusahaan pengelola industri sawit yang belum memiliki NPWP. Jika tidak memiliki NPWP, bagai mana PPh dan lainnya bisa kita tagih ? Oleh karena itu kedepan pemerintah akan concern pada aplikasi berbasis teknologi, Govtech, kita yakin melalui penerapan ini nantinya angka yang didapat akan meningkat sginifikan” jelas Luhut.

Adapun efisiensi belanja  negara di sektor BBM akan dilakukan melalui pembatasan BBM subsidi. Luhut menyebut, BBM Subsidi saat ini mengandung sulfur 500 Ppm.

Kandungan sulfur yang tinggi pada BBM subsidi menyebabkan polusi udara dan berpotensi mengakibatkan Infeksi Saluran Nafas (Ispa). Hal itu menyebabkan beban  BPJS Kesehatan bertambah.

“Kita akan menerapkan penggunaan Bio Ethanol, yang kandungan sulfurnya 50 PPm, jika itu dilakukan, BPJS akan menghemat hingga 38 Triliuan,”imbuh Dia.

Menurutnya saat ini Pertamina sedang melakukan persiapan pembatasan BBM subsidi yang akan diterapkan mulai 17 Agustus 2024.

Diketahui pemerintah menggelontorkan dana yang sangat besar untuk  subsidi BBM dan LPG

Pada 2021 pemerintah menggelontorkan anggaran sebesar Rp56,9 triliun. Kemudian di tahun 2022 anggarannya bahkan mencapai hingga Rp149,4 triliun. Pada tahun 2023 pemerintah menganggarkan  Rp138,3 triliun. Sedangkan  pada  2024 anggaran bernilai Rp113,3 triliun. Sayangnya anggaran triliunan rupiah untuk subsidi BBM tersebut belum sepenuhnya tepat sasaran.

Penulis : Wawan S.

Sumber : IG @luhut.pandjaitan

Follow WhatsApp Channel bmr.intainews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Amankan Gubernur Riau Abdul Wahid dalam Operasi Tangkap Tangan
Eggi Sudjana Belum Penuhi Panggilan Polisi Terkait Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Alasan Sakit di Luar Negeri
Pengusaha Sunarko Rilis E-book “Strategi Daftar Merek Disetujui DJKI” untuk Bantu Entrepreneur Amankan Brand
Usai Lawatan Luar Negeri, Presiden Prabowo Tanggapi Kasus Keracunan Program MBG
Pembangunan Berkeadilan, Menteri Nusron Tegaskan Reforma Agraria Jawab Ketimpangan Tanah
Wamenkomdigi: Bebas Punya Banyak Akun Medsos, Asal Terikat Single ID
6.118 Personel Disiagakan Kawal Aksi Demo Ojol di Jakarta Pusat
Purbaya Yudhi Sadewa Resmi Jabat Menkeu, Janjikan Pertumbuhan Ekonomi hingga 7 Persen

Berita Terkait

Senin, 3 November 2025 - 21:22 WIT

KPK Amankan Gubernur Riau Abdul Wahid dalam Operasi Tangkap Tangan

Senin, 3 November 2025 - 18:14 WIT

Eggi Sudjana Belum Penuhi Panggilan Polisi Terkait Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Alasan Sakit di Luar Negeri

Sabtu, 27 September 2025 - 18:56 WIT

Usai Lawatan Luar Negeri, Presiden Prabowo Tanggapi Kasus Keracunan Program MBG

Kamis, 25 September 2025 - 12:07 WIT

Pembangunan Berkeadilan, Menteri Nusron Tegaskan Reforma Agraria Jawab Ketimpangan Tanah

Senin, 22 September 2025 - 12:01 WIT

Wamenkomdigi: Bebas Punya Banyak Akun Medsos, Asal Terikat Single ID

Berita Terbaru